Surat kepada sahabat: Kabar terakhir Hanzholah GM (Pimosis dan Sirkumsisi)
Hanz lagi ngeliat Persiapan Khitanan
Alhamdulillah ana panjatkan atas karunia yang tidak terhingga yang diberikan Alloh pada keluarga ana, semoga demikian pula yang terjadi pada keluarga antum. Sholawat dan salam moga tercurah pada Rosululloh, keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang selalu berpegang teguh pada kebenaran hingga akhir zaman. Alhamdulillah Hanz selama 5 bulan ini sehat. Cuma ada suatu kejadian luar biasa yang menimpanya akhir2 ini.
Hanz sebelum dikhitan
Kejadian ini bermula pada akhir desember yll, tepatnya tanggal 30 desember 2008.
Senin itu tiba2 Tuti menemukan di pampers Hanz ada bercak darah. Anaknya sendiri gak nangis sih,... so kita curiga tapi gak begitu banget2. Selasanya kita observasi lagi, ternyata masih keluar juga walaupun sedikit. Kita udah nanya ke kakak, ke orang2 yg pernah mengalami hal ini, rata-rata mereka berpendapat bahwa Hanz kudu khitan.
Dokter sedang operasi khitan
Ups,... masih kecil kudu khitan?? Emang sih,.. pada saat lahir dulu ana juga bercita-cita untuk langsung mengkhitan dia. Tapi waktu itu Tuti gak tega dan ada alasan bahwa apabila dikhitan saat awal ntar dia (Hanz) gak ngerasain bagaimana dikhitan itu, gak ada pelajaran sakitnya dst.
Abinya Hanz
Pada hari Rabu sekitar pukul 09 pagi, Hanz kita bawa ke RSUD untuk bertemu dg dr Bagus, yaitu dr. Ahli Urologi. Kenapa ke RSUD? karena dr. Bagus adalah Ustadz yang sudah kita enal di Jati Asih, Bekasi. Eh, ternyata hari Rabu bukan jadwal beliau praktek disitu. Padahal sebelumnya kita sudah konfirm mo ketemu,.. wah gimana nih? Ternyata beliau sebenernya ada di RSUD, tapi bukan praktek melainkan berkepentingan untuk melakukan operasi.
Hanz selesai dikhitan
Maka setelah melalui hubungan telepon dan kasak-kusuk, kita putuskan untuk menunggu beliau sampai selesai operasi yaitu sekitar jam 13.00. Akhirnya kita ketemu juga dengan beliau. Setelah nglihat tititnya Hanz, beliau langsung bilang bahwa ini adalah pimosis, yaitu keadaan dimana penutup penis terlalu panjang dan lubangnya kecil. Solusinya harus di sirkumsisi istilah awam kita: dikhitan). Tapi karena Hanz masih usia 5 bulan dan gemuk, maka dianjurkan sekali untuk melakukannya dengan proses bius umum (total). Sebab bila bius lokal, kecuali harus dipegangi rame-rame yang akan mengakibatkan kurang konsentrasinya dokter, si anak juga mungkin akan mengkerutkan tititnya karena krasa lain. Nha, kalo sampai mengkerut, berarti khitannya kurang tuntas sehingga kemungkinan pada saat dia besar nanti harus disunat ulang. Waduh,.... anak sekecil ini dibius total??
Abi Hanz dan Kelaurga Mas Pam
Bismillah,... oke setuju Hanz dikhitan dg bius umum. So langkah berikutnya adalah periksa darah dan rontgen torax. Jam sudah menunjukkan pukul 14.00, Lab udah tutup. Tapi Alhamd kami ditemani oleh Ust Saefudin yang bekerja di RSUD shg bisa ambil darah dan rontgen saat itu juga. Ups,... masih kecil harus kena radioaktif?? :-( itulah yang harus dilakukan. Lebih gak tega lagi saat Hanz harus diambil darah. Karena ana tahu umminya gak akan kuat, maka yang ngegendong saat pengambilan darah ana. Saat Hanz nangis, umminya langsung ikut nangis, fuuuih,.. akhirnya ana juga ikut nangis juga walo cuma berlinang air mata.
Fakhri, Rouf dan Hanz
Jumat, 2 januari, Hanz periksa ke dokter anak untuk mengetahui apakah hasil Lab & Rontgen kemaren mendukung untuk terlaksananya operasi. Yang jadi masalah adalah: antrenya panjaaang banget. Maklum, RSUD. Kakak ana sampai protes: "Kok antre gini sih? kan di sini banyak penyakit, jangan-jangan ntar malah ketularan", "Tenang mbak, sekali-sekalilah,.. kita merasakan penderitaan rakyat kecil,.. hehehe".
Maklum, biasanya kami periksa di Hermina dengan ruang tunggu yang nyaman, pasien yang relatif sedikit dan fasilitas lain yang lebih baik. Oh Indonesiaku, kapan ya,.. uang tidak mengenal perbedaan perlakuan kesehatan????
Abi Hanz beserta Keluarga P. Nyamat
Alhamd dr. Charles Hutagalung (dr. Anak) menyatakan Hanz oke untuk dioperasi pake bius umum. Emang sih, di foto paru-parunya ada putih-putih yang sempat dikira flex. Tapi ernyata dr. Charles bilang itu TIMOSIS (kedengeran di telinga ana kayak pimosis, hehehe). Timosis itu jaringan or kelenjar di paru-paru yang merupakan kelenjar yang belum jadi. Semua bayi juga punya, tapi umumnya udah gak ada lagi saat mereka berumur 3 bulan. Ini akan hilang dengan sendirinya bila jaringan paru terbentuk sempurna. Oooo pantesan Hanz ngrok-ngroknya agak lama,.. ini to penyebabnya.
Hanz beserta kelurga P. Nyamat
Sabtu, tanggal 3 Januari 2009, jam 09.15 Hanzholah GM mulai dimasukkan R Operasi. Ana pengin banget ikut masuk. Tapi terhalang oleh administrasi R Operasi. Alhamd,.. sebelum operasi bener2 mulai dr. Bagus lewat. Ngedenger ana pengin masuk, beliau langsung bilang: "Masuk aja". Akhirnya bisa juga mengabadikan prosesi operasi Hanz. Semoga ini bisa dilihat oleh dia nanti saat dia sudah mengerti apa itu khitan. Jam 09.35 operasi berakhir. Alhamd,.. sebentar kemudian Hanz sudah sadar dan 20 menit kemudian kita sudah langsung pulang ke rumah,...
Semoga ini menjadi pelajaran bagi yang anaknya laki-laki, agar pada saat lahir bila melihat ujung penis si anak lubangnya kecil (pimosis) langsung aja dikhitan saat itu juga. Soale menurut dr. Bagus, bila masih kecil or belum bisa banyak gerak or tengkurep malah lebih gampang.
Thats All.
Www.
Catur Agus Widiharto - Sri Puji Astuti
0 comments:
Poskan Komentar