Pada waktu IBI di bentuk dan di launching kira-2 tahun 2004/2005, yang mana waktu itu aku ditempatkan di Irbid Anggaran (sekarang Irbid 5), sebenarnya aku sudah tertarik untuk ikut penyaringan untuk menjadi salah satu pegawai di IBI sebagai Korlak TU. Tapi karena terlalu banyak pertimbangan akhirnya niat itu aku urungkan. Salah satunya adalah atas saran kawan saya sesama di Irbid V, agar dia gak ada saingan ngelamar jadi Korlak TU IBI, akhirnya biar dia duluan ke TU IBI ntar aku disuruh menyusul. Disamping itu emang TKT yang katanya diberikan kepada pejabat/pegawai IBI belum jelas, sehingga aku terima saran kawan saya itu. Dan juga karena sebentar lagi ada mutasi besar-besaran di Itjen, dan aku dapat bocoran mau dimutasi ke Irbid II. Ya udahlah, akhirnya bener juga tidak lama lagi keluar SK Mutasi dan aku dimutasikan ke Irbid II.
Selama di Irbid II (selama 2 tahun) telah melakukan audit di beberapa kantor dan daerah. Kemudian karena ada tawaran pegawai di IBI untuk Korlak TU IBI akhirnya aku ikut mendaftar dan ada 4 orang pegawai yang berminat, Iwan K, Yani Nur Haris, Yudhi, dan saya sendiri. Setelah mempertimbangkan beberapa hal terutama TKT yang diterima cukup besar, maka dengan tekat bulat aku ikut bersaing untuk Korlak TU IBI.
Akhirnya berita gembira datang juga, sekitar akhir tahun 2006 ada SK Mutasi yang memindahkan aku dari Irbid II ke IBI sebagai Korlak TU IBI. Dengan berbagai pengalaman saya selama ini sebagai auditor, aku harus menyesuaikan diri menjadi pelayan auditor. Harus merubah sikap, tabiat, perilaku/perangai yang dulu sebagai auditor menjadi staf sekretariat. Akhirnya penyesuaian itu sedikit demi sedikit berhasil juga.
Pada akhir tahun 2006 itulah akhirnya aku pindah tempat ke IBI, dan ternyata TKT sudah bisa dinikmati bulan itu juga setelah melaksanakan tugas, wah ternyata terasa sekali perbedaannya, gak sia-sia aku masuk IBI.
0 comments:
Poskan Komentar